Featured Article

Selasa, 09 Desember 2008

Lowongan PT Citra Sari Makmur

Kualifikasi :

*
Min STM Telekomunikasi Untuk Junior Teknisi
*
Min D3 Telekomunikasi Untuk Senior Teknisi IPK. 3.00
*
Berpengalaman min 1 thn (diutamakan)
*
Welcome for freshgraduate

Bagi yang berminat dan memenuhi kualifikasi diatas dapat lamaran dan data diri ke :
Email : loly@csmcom.com
hanya kandidat yang memenuhi kualifikasi yang akan di proses

atau gunakan tombol "Quick Apply" di bawan ini, untuk member dan pengunjung dapat menggunakan tombol "Quick Apply" di bawah ini


Career Level Entry Level
Qualification SLTA/SMEA/STM
Yr(s) Exp N/A
Job Category Engineering - Electrical / Electronics, Engineering - Telecommunication / Wireless / Radio, Telecommunications - Telecommunications Technical Support
Job Location DKI Jakarta - Jakarta
Salary Not Specified / Negotiable
Job Type Full Time, Permanent

Lowongan PT multi interkoneksi

Lowongan terbaru untuk alumni stematel SP purwokerto..

PT. MULTI INTERKONEKSI adalah Perusahaan yang bergerak dibidang telekomunikasi yang berskala nasional sedang membutuhkan posisi:


TEKNISI


TEKNISI Post Date: 03 Dec 08

KUALIFIKASI :



* Laki – laki, maks. 28 thn
* Pendidikan min. STM diutamakan jurusan elektro
* Mampu mengoperasikan komputer
* Tidak takut dengan ketinggian / high risk
* Mampu bekerjasama dengan team
* Lokasi Pekanbaru







please send your CV/ Resume in with your photo to enail:


hrd_yayat@yahoo.com



atau





PT. Multi Interkoneksi
Jl. Buncit Raya 101 No. 8
Pejaten Barat, Pasar Minggu
Jakarta Selatan 12520

Minggu, 07 Desember 2008

Anak IQ Tinggi Belum Tentu Sukses Bermasarakat

Jakarta (ANTARA News) - Anak yang memiliki IQ tinggi belum tentu sukses dalam bekerja atau bermasarakat, karena potensi manusia sangat beragam dalam berbagai bidang dan berbagai taraf intelegensia.

Guru Besar Pasca Sarjana UI dan UNJ, Prof Dr Conny R. Semiawan, mengungkapkan hal itu dalam pidato ilmiah pada acara wisuda sarjana S-1 Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) IEC 2008 di Panti Prajurit, Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (3/12).

"Taraf intelegensia anak terbentuk dalam berbagai kondisi sosial, ekonomi, budaya serta alam biologis yang berbeda dan harus dipenui kebutuhannya agar pembinaan yang tejadi sesuai taraf perkembangannya, " kata Conny dalam pidato berjudul "Mengembangkan Potensi diri : Menemukan Genius Dalam Diri Anak" yang dibacakan putrinya Kutilang Semiawan.

Meski demikian, kata Conny, sifat dan pembawaan anak menyerap emosi dan seluruh citra kemanusiaan dari diri orang tuanya, terutama dari ibunya.

"Martabat manusia menuntut kemerdekaan dan kesamaan, dua ciri yang terkait satu dengan lainnya dan bermuara pada suasana demokratis di rumah dan di masyarakat pada umumnya," katanya.

Di hadapan 175 wisudawan yang mengikuti acara itu, ia menjelaskan bahwa pendidikan yang bermula dari rumah merupakan pengertian tentang arti tujuan hidup serta penemuan suatu cara hidup yang benar dan secara asasi sama bagi seluruh umat manusia, terutama bagi masyarakat Indonesia yang menghadapi era reformasi.

"Temuan cara hidup ini terkait dengan mendidik yang mengacu pada peluang untuk menemukan potensi kreatifnya," tutur Kutiliang, sarjana psikologi yang menyebutkan ibundanya sedang sakit sehingga ia mewakilinya.

Sebelumnya, Pembantu Ketua (Puket) I, J.S. Marsudi, M.Hum mewakili Ketua STIBA-IEC Prof. Dr. Asim Gunarwan mengatakan, sejak perguruan tinggi yang berakreditasi B itu berdiri pada 2001, belum ada lulusannya yang tidak bekerja, malah banyak yang mampu menciptakan lapangan kerja.

"Salah satu persaratan saringan kesarjanaan mereka, selain setelah menempuh jumlah kredit yang sudah ditetapkan, harus membuat tugas akhir berupa karya tulis dalam bahasa Inggris dan mempresentasikannya di depan dewan penguji," kata Marsudi.

Ketua Panitia Wisuda, Ansharullah, M.Ag menjelaskan, wisuda STIBA-IEC diadakan untuk kedua kalinya setelah yang pertama pada 2006 diikuti 70 wisudawan.

"Kini meningkat lebih dari dua kali lipat, sehingga menunjukkan adanya indikator peningkatan penyelenggaraan pendidikan di kampus STIBA-IEC. Ini semua terjadi karena kerja sama yang baik antara Yayasan Sura Mandiri sebagai payung STIBA-IEC dengan berbagai pihak termasuk dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas," kata Ansharullah.

Sedangkan Puket III Somatiah Fitriani, M.Pd menjelaskan, perguruan tinggi STIBA-IEC dengan pusat di Jatinegara Barat, memiliki cabang di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan,dan di Bekasi, sedangkan kursus bahasa Inggris IEC tersebar di 39 cabang.

Selain melaksanakan program studi Bahasa Inggris reguler, STIBA-IEC juga memiliki program D3 serta D1 untuk guru di tingkat TK dan SD dan ada program khusus transfer D3 dari berbagai jurusan ke jenjang S1 dengan kuliah Sabtu dan Minggu.

"Kita memiliki gedung sendiri, ruang berpendingin dan multimedia, ada lab bahasa dan komputer, ruang ibadah, parkir serta ada beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dan kursus gratis bahasa Inggris di IEC selama kuliah. Kita juga menyelenggarakan pengajaran ke berbagai instansi pemerintah dan swasta," kata Somariah. (*)

Jumat, 05 Desember 2008

Pohon, daun dan angin...

Request Message from DWI SUSANTI

Sebuah cerita yang terkadang kita tidak menyadarinya telah terjadi
didalam kehidupan nyata kita....

~ POHON ~

AKU selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai
trademark pada semua lukisanku. AKU telah berpacaran sebanyak 5
kali... Ada satu wanita yang sangat AKU cintai.. tapi AKU tidak
punya keberanian untuk mengatakannya. .. Dia tidak cantik.. tidak
memiliki tubuh yang sexy.. Dia sangat peduli dengan orang lain..
religius tapi.. dia hanya wanita biasa saja. AKU
menyukainya. .sangat menyukainya. Gayanya yang innocent dan apa
adanya.. kemandirian nya..kepandaiannya dan kekuatannya. .. Alasan
AKU tidak mengajaknya kencan karena... AKU merasa dia sangat biasa
dan tidak serasi untukku... AKU takut...jika kami bersama semua
perasaan yang indah ini akan hilang... AKU takut kalau gosip2 yang
ada akan menyakitinya. .. AKU merasa dia adalah "sahabatku". ..
AKU akan memilikinya tiada batasnya... tidak harus memberikan
semuanya hanya untuk dia... Alasan yang terakhir..membuat dia
menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini... Dia tau
AKU mengejar gadis2 lain dan AKU telah membuatnya menangis selama 3
tahun...

Ketika AKU mencium pacarku yang ke-2 terlihat olehnya... Dia hanya
tersenyum dengan berwajah merah... "lanjutkan saja" katanya, setelah
itu pergi meninggalkan kami. Esoknya, matanya bengkak..dan merah...
AKU sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis...
but AKU tertawa...bercanda dengannya seharian di ruang itu... Di
sudut ruang itu dia menangis... dia tidak tau bahwa AKU kembali
untuk mengambil sesuatu yang tertinggal.. . Hampir 1 jam kulihat dia
menangis disana....

Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. .. Pernah sekali mereka berdua
perang dingin, AKU tau bukan sifatnya untuk memulai perang dingin...
Tapi AKU masih tetap bersama pacarku...AKU berteriak padanya dan
matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget... AKU tidak
memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku...
Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang
terjadi sebelumnya.. . . AKU tau dia sangat sedih dan kecewa tapi dia
tidak tau bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia... AKU juga
sedih...

Ketika AKU putus dengan pacarku yang ke 5, AKU mengajaknya
pergi...Setelah kencan satu hari itu, AKU mengatakan bahwa ada
sesuatu yang ingin kukatakan padanya...Dia mengatakan bahwa
kebetulan sekali bahwa dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku...
AKU cerita tentang putusnya AKU dengan pacarku... Dia berkata bahwa
dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang... AKU tau pria
itu... dia sering mengejarnya selama ini...Pria yang baik, penuh
energi dan menarik... AKU tak bisa memperlihatkan betapa sakit
hatiku, AKU hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya...Ketika
sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan AKU tidak dapat
menahannya.. . Seperti ada batu yang sangat berat didadaku...AKU tak
bisa bernapas dan ingin berteriak namun apa daya...

Air mataku mengalir tak terasa aku menangis karenanya... Sudah sering
AKU melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya. ...
Handphoneku bergetar...ternyata ada SMS masuk... SMS itu dikirim 10
hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis...
SMS itu berbunyi,"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena
POHON tidak memintanya untuk tinggal?"

~ DAUN ~

AKU suka mengoleksi daun-daun, kenapa ? Karena AKU merasa bahwa DAUN
untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali membutuhkan
banyak kekuatan. Selama 3 thn AKU dekat dengan seorang pria, bukan
sebagai pacar tapi "Sahabat". Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk
yang pertama kalinya...AKU mempelajari sebuah perasaan yang belum
pernah aku pelajari sebelumnya - CEMBURU...Perasaan di hati ini
tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon. Hal itu seperti 100
butir lemon busuk.

Mereka hanya bersama selama 2 bulan...Ketika mereka putus, AKU
menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya. Tapi sebulan
kemudian dia bersama seorang gadis lagi... AKU menyukainya dan AKU
tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak mau
mengatakannya? Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya
dahulu untuk melangkah? Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku
sedih... Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa... AKU
mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah
tangan...Tapi. .mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar
seorang teman?

Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati...AKU tahu
kesukaannya. ..kebiasaannya. .. Tapi perasaannya kepadaku tidak
pernah bisa diketahui... Kau tidak mengharapkan AKU seorang wanita
untuk mengatakannya bukan? Diluar itu, AKU mau tetap
disampingnya. ..memberinya perhatian... menemani. ..dan
mencintainya. .. Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan
mencintaiku. ..Hal itu seperti menunggu telephonenya tiap
malam...mengharapka n mengirimku SMS... AKU tau sesibuk apapun dia,
pasti meluangkan waktunya untuk ku...Karena itu, AKU
menunggunya. ..3 tahun cukup berat untuk kulalui dan AKU mau
menyerah...Kadang AKU berpikir untuk tetap menunggu...Dilema yang
menemaniku selama 3 tahun ini...

Akhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku.. .setiap hari dia
mengejarku tanpa lelah... Segala daya upaya telah dilakukan walau
seringkali ada penolakan dariku... AKU berpikir...apakah aku ingin
memberikan ruang kecil di hatiku untuknya ?!.. Dia seperti angin
yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari
pohon... Akhirnya, AKU sadar bahwa AKU tidak ingin memberikan Angin
ini ruang yang kecil di hatiku... AKU tau Angin akan membawa pergi
Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik....

Akhirnya AKU meninggalkan Pohon...tapi Pohon hanya tersenyum dan
tidak memintaku untuk tinggal...AKU sangat sedih memandangnya
tersenyum ke arahku... "DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau
karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?"

~ ANGIN ~

AKU menyukai seorang gadis bernama Daun...karena dia sangat
bergantung pada Pohon..jadi aku harus menjadi ANGIN yang kuat...
Angin akan meniup Daun terbang jauh... Pertama kalinya..AKU melihat
seseorang memperhatikan kami...Ketika itu, dia selalu duduk disana
sendirian atau dengan teman2nya memerhatikan Pohon...Ketika Pohon
berbicara dengan gadis2, ada cemburu di matanya...Ketika Pohon
melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya....Memperha tikannya
menjadi kebiasaanku. ..seperti daun yang suka melihat Pohon. Satu
hari saja tak kulihat dia...AKU merasa sangat kehilangan.. .

Di sudut ruang itu, ku lihat pohon sedang memperhatikan daun....Air
mengalir di mata daun ketika Pohon pergi...Esoknya. ..Ku lihat Daun
di tempatnya yang biasa, sedang memperhatikan Pohon... AKU melangkah
dan tersenyum padanya...Kuambil secarik kertas..kutulis dan
kuberikan padanya... Dia sangat kaget... Dia melihat ke arahku,
tersenyum dan menerima kertas dariku...Esoknya. ..dia
datang...menghampir iku dan memberikan kembali kertas itu....Hati
Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu
karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon. AKU melihat kearahnya...
kuhampiri dengan kata2 itu...Sangat pelan...dia mulai membuka
dirinya dan menerima kehadiranku dan telponku...

AKU tau orang yang dia cintai bukan AKU...tapi AKU akan berusaha
agar suatu hari dia menyukaiku.. . Selama 4 bln, AKU telah
mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x kepadanya... Hampir tiap
kali dia mengalihkan pembicaraan. ..tapi AKU tidak
menyerah...Keputusa nku bulat....AKU ingin memilikinya. ..dan
berharap dia akan setuju menjadi pacarku.... Aku bertanya," apa yang
kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas? Mengapa kau selalu
membisu?" Dia berkata, "AKU menengadahkan kepalaku"... "Ah?" Aku
tidak percaya dengan apa yang kudengar..." Aku menengadahkan
kepalaku" dia berteriak... Kuletakkan
telepon..... .melompat. ...berlari seribu langkah...kerumahny a...Dia
membuka pintu bagiku...Ku peluk erat-erat tubuhnya... "DAUN terbang
karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk
tinggal?"

Warning : Jadi, jgn sia2in org2 yg betul2 kmu sayangi, jgn telat
menyadari rasa sayang kmu...biar gak nyesal seperti "Pohon"..... . ..

Guru Fisika yang Inspirasional Oleh JANSEN H. SINAMO

JAM tujuh pagi, suatu hari pada tahun 1981, di sebuah ruang kuliah kuno bersuasana gelap dan kelam, yang dibangun pada zaman Belanda, sebuah kuliah fisika yang sangat modern segera akan dimulai. Fisika kuantum nama kuliah itu.

Hariadi Paminto Soepangkat—doktor fisika zat padat lulusan Universitas Purdue, Indiana, AS—sang dosen yang berkulit putih bersih bertubuh tinggi besar yang dibalut busana rapi lengkap pakai dasi bak eksekutif bisnis itu, telah berdiri penuh wibawa di hadapan sekitar 150 mahasiswa dari tiga jurusan: fisika, astronomi, serta geofisika dan meteorologi.

Belum dua puluh menit kuliah berjalan, usai Pak Hariadi menggambar orbit-orbit lintasan elektron pada atom hidrogen di papan tulis, tiba-tiba nama saya dia panggil.

"Saya, Pak," jawab saya agak terkejut sambil mengangkat tangan.
"Kota asal Saudara di mana?" tanyanya sambil menuruni panggung kuliah yang rapat dengan papan tulis dan berjalan mendekati tempat saya duduk di barisan depan.
"Sidikalang, Pak," jawab saya.
"Oh ya? Kata Pak Andi Hakim Nasution, Rektor IPB, daerah Saudara penghasil kopi ya? Kopi Sidikalang enak kata Pak Nas. Betul?"
"Betul, Pak," jawab saya sumringah.
"Sidikalang itu berapa kilometer jaraknya dari Medan?"
"Seratus lima puluh kilo Pak."
"Kalau naik bis ke Medan berapa ongkosnya?"
"Lima ribu, Pak."
"Kalau uang Saudara cuma tiga ribu, sampai di mana itu?"
"Berastagi, Pak."

Sambil memandang kepada semua mahasiswa sesudah kembali ke panggung kuliah, Pak Hariadi berkata, "Kira-kira seperti inilah yang dimaksud dengan energi ambang. Jika uang Saudara Jansen cuma tiga ribu, itu tidak cukup mengantarnya sampai ke Medan. Jadi, lima ribu adalah uang ambang yang diperlukan agar dia bisa sampai ke Medan dari Sidikalang."

"Nah, demikian pula elektron: dia butuh energi ambang, itu energi yang minimum, untuk bisa pindah ke orbit yang lebih tinggi. Kita sudah tahu bahwa energi itu tidak kontinum, melainkan diskrit, artinya terkuantifikasi. Paket-paket energi yang terkuantifikasi ini dalam bentuk radiasi atau gelombang disebut kuanta energi, yang besarnya menurut Max Planck adalah hv, di mana v frekuensi radiasi itu dan h adalah konstanta Planck yang besarnya 6,626×10-pangkat- minus-34 joule-detik.

Elektron hanya bisa punya energi dalam kelipatan bulat kuanta ini. Tidak hanya pada elektron tetapi juga foton dan semua zarah renik di tingkat subatom. Inilah asal-usul nama kuantum pada fisika kuantum yang kita pelajari ini. Fisika kuantum mempelajari perilaku zarah-zarah subatomik, dinamika dan interaksinya, serta relasinya dengan medan yang memengaruhinya."

Entah apa lagi yang dikuliahkan Pak Hariadi pagi itu saya sudah lupa. Tapi, saya terpesona sudah. Sidikalang dan saya jadi pusat perhatian seluruh kelas dan terutama Pak Hariadi. Cuma beberapa menit saja sorotan lampu perhatian itu, tapi sudah cukup membuat saya merasa diri spesial.

Dan sejak momen itu rasa suka saya berlipat ganda kepada Pak Hariadi. Sebagai akibatnya, berlipat ganda pula minat saya pada fisika kuantum.
Singkat cerita, pada ujian akhir semester itu saya mendapat nilai A.
Dan ini tidak lazim. Jarang sekali saya mendapat nilai A. Di kelas saya angkatan 1978, saya cuma mahasiswa rata-rata: mayoritas nilai saya adalah C, agak lumayan dapat B, tapi yang mendapat nilai A sungguh sangat sedikit.

Tapi, mendapat nilai A pada fisika kuantum selangit rasanya. Buat saya itu setara dengan nilai A pada sepuluh mata kuliah yang lain. Fisika kuantum adalah salah satu mata kuliah paling bergengsi di Jurusan Fisika, kreditnya maksimum: empat. Bukan cuma itu, di zaman itu, cuma ada dua mata kuliah fisika yang dianggap dahsyat: fisika kuantum dan teori relativitas. Yang terakhir ini belum disajikan di tingkat S1. Fisika kuantum pun sebenarnya baru cuma pengantar pada kuliah sepenuh: mekanika kuantum, yang akan disajikan nanti di tingkat S2.

Saya juga takjub pada diri sendiri. Mengapa mendadak saya jadi pintar sekali? Tapi, saya akhirnya menyadari: itu semua karena cara dan gaya Pak Hariadi mengajar kami memang luar biasa.

Betapa tidak. Dia selalu sudah ada di kelas sepuluh menit sebelum jam kuliah dimulai. Di hampir semua mata kuliah lain, mahasiswa yang menunggu dosen. Tapi Pak Hariadi sebaliknya.

Pak Hariadi selalu tampil necis: busananya, kebersihannya, dan istimewa tulisannya. Dia membersihkan sendiri papan tulis dengan kain lap basah yang dibawanya dari kantornya. Ada tiga papan tulis di kelas kami. Dibersihkannya dulu papan tulis ketiga saat dia mulai memakai papan tulis pertama, sehingga papan tulis ketiga itu sudah kering saat dia akan memakainya. Demikian seterusnya sampai kuliahnya yang berdurasi 100 menit itu selesai.

Lima tahun saya kuliah di ITB, tidak pernah saya bertemu dengan dosen lain yang mampu menyamai kerapihan dan keindahan tulisan tangan Pak Hariadi.
Pak Hariadi juga pekerja cepat. Hari ini ujian, besoknya jawaban soal-soalnya sudah tertempel di papan pengumuman. Di Jurusan Fisika hanya Pak Hariadi yang mampu dan disiplin berbuat demikian.

Dia pun hafal nama semua mahasiswa yang diajarnya. Pada setiap kuliah ia mampu memanggil nama mahasiswa secara acak, dan seperti saya di atas setiap mahasiswa yang terpilih namanya disebut diajaknya berinteraksi. Dan dari interaksi pendek itu, tiba-tiba bisa keluar ilustrasi untuk menjelaskan konsep fisika kuantum. Bukan saja ilustrasi itu sangat menolong, karena membumi bahkan personal, tetapi di tingkat psikologis sang mahasiswa merasa dilibatkan, bahkan dijadikan bintang pada momen pendek itu. Tak pelak kuliah Pak Hariadi selalu digandrungi. Fisika kuantum jadi mudah dimengerti, gampang diikuti, dan menarik ditelusuri.

Pak Hariadi sangat jauh dari jenis dosen yang memetik rasa puas karena pelajarannya sukar diikuti. Ia bukan tipe dosen yang berbahagia melihat mahasiswa pusing tujuh keliling, lalu takut pada dosennya, dan jeri pada pelajarannya. Sedikit pun tak ada perangai galak padanya apalagi killer. Ia memenuhi tanda-tanda orang cerdas seturut pendapat Einstein: bahwa orang cerdas ialah orang yang mampu membuat perkara sulit jadi mudah dipahami, sedangkan orang bodoh sebaliknya, membuat perkara mudah jadi sukar dimengerti. Fokus kedosenan Pak Hariadi ialah bagaimana agar mahasiswanya bisa mudah memahami pelajarannya supaya dengan begitu tumbuh gairah, minat, dan kecintaan pada pelajaran itu sendiri. Jadi, sebenarnya tidak mengherankan saya bisa medapat nilai A.

Sesampai di Sidikalang, saat libur panjang semester, sensasi kebanggaan mendapat nilai A itu masih terus berdenyut. Tak tahan, saya pun menulis sepucuk surat kepada Pak Hariadi. Saya ungkapkan rasa syukur dan terima kasih saya dan khususnya kedahsyatan cara mengajarnya saya apresiasi dengan rinci.

Eh, surat saya dibalasnya dengan cepat. Katanya dari sekitar 30 mahasiswa yang mendapat nilai A, cuma saya yang menulis surat. Gantian dia yang berterima kasih. Di ujung suratnya, sesudah menitipkan salam kepada orangtua saya, dia mengundang saya ke kantornya usai libur. Waktu itu Pak Hariadi adalah Dekan Fakultas MIPA. "Saya ingin mengenal Saudara lebih dekat." katanya.

Tak sabar saya menunggu waktu untuk kembali ke Bandung. Berhubung kopi Sidikalang sudah disebut-sebut di awal kuliah, itu pula oleh-oleh yang saya bawa buat beliau. Ketika orangtua saya tahu kisah dosen yang istimewa ini, Ibu saya mengusulkan memberikan ulos sebagai cinderamata. Ulos dan kopi, itulah yang kemudian saya bawa ke Bandung.
Ke kantor dekan F-MIPA, saya pun menghadap. Di ujung percakapan, tanpa saya duga, Pak Hariadi meminta agar saya bersedia menjadi asistennya. Terhenyak saya. Tubuh ini mendadak ringan rasanya, seperti kapas di awang-awang layaknya. Tak berpikir panjang tawaran itu segera saya sambut.

Ketika Pak Hariadi sadar bahwa saya membawa ulos sebagai cinderamata, dia sempat tertegun lalu berkata, "Wah, istri saya harus ikut bersama saya menerima ini. Terima kasih. Ini penghargaan yang sangat tinggi."

Malam itu juga, di rumah Pak Hariadi di perumahan dosen Sangkuriang, saya pun menjadi tamu keluarga, diundang makan malam bersama, dan kemudian bercakap-cakap dengan akrab. Di situlah ulos dan kopi Sidikalang saya serahkan.
Sampai akhirnya saya tamat pada akhir 1983––saat itu Pak Hariadi sudah menjabat sebagai Rektor ITB––saya terus membantunya sebagai asisten kuliah fisika kuantum.
Diajar oleh Pak Hariadi dan menjadi asistennya sesudahnya merupakan salah satu pengalaman akademik paling berkesan dan terpenting buat saya selama kuliah di ITB Bandung.

Kini saya berpendapat, andai kata semua guru matematika, fisika, kimia, dan biologi di tingkat sekolah lanjutan di negeri ini sanggup mengajar secerdas dan sebaik Pak Hariadi, niscaya mata pelajaran-mata pelajaran keras itu tidak akan pernah jadi momok buat anak-anak muda kita. Bahkan, matematika dan sains akan jadi mata pelajaran favorit.

Senin, 01 Desember 2008

Berita Duka Cita

Innalillahi wainnailaihi rooji'un....

telah meninggal dunia sahabat kita yaitu: PURNOMO SUBKHAN (NAZI/jap1) di Palu-Sulawesi Tengah karena sakit.

keluarga besar ANKER'S turut Berbelasungkawa atas kepergiannya menghadap Sang Khaliq, semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT. amiennn....

SELAMAT JALAN SAHABAT... HANYA DOA YANG DAPAT KAMI UCAPKAN,SEMOGA KAU TENANG DI SISI-NYA...

Popular Posts

Anker's Members :

In Memoriam :