Featured Article

Minggu, 03 Oktober 2010

Yogyakarta Wajib Lestarikan Bahasa Jawa

KOMPAS.com--Masyarakat Yogyakarta mempunyai kewajiban untuk melestarikan bahasa Jawa sebagai bagian dari budaya Jawa, kata Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X.


"Para ahli memprediksikan pada 2010 sekitar separuh dari 5.000-6.000 bahasa yang ada akan sirna karena tidak ada yang menggunakannya lagi. Oleh karena itu, kita wajib untuk melestarikan bahasa Jawa," katanya di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, pada syawalan dengan "abdi dalem" Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, bahasa Jawa merupakan bahasa yang banyak digunakan oleh sekitar 40 persen warga di seluruh Nusantara.

"Bahasa tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan dan sebagai salah satu sarana untuk mewujudkan tata krama, tata susila, dan budi pekerti yang luhur," kata Sultan yang juga Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ia mengatakan, tanpa bahasa tidak akan ada kebudayaan karena memang bahasa adalah sumbernya.

Oleh karena itu, bahasa yang dimiliki harus bisa terus dilestarikan, katanya menambahkan.

"Dalam kehidupan sehari-hari kita harus ingat pada para leluhur yang dalam menjalankan kehidupannya memakai falsafah `sepi ing pamrih rame ing gawe`yang artinya ringan dalam menolong sesama," katanya.

Sesepuh "abdi dalem" Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat GBPH Yudhoyono mengatakan, seluruh "abdi dalem" menyampaikan rasa terima kasih kepada Sultan karena telah diterima untuk mengunjungi rajanya.

"Kami juga menyampaikan permintaan maaf dari seluruh `abdi dalem` yang berjumlah sekitar 1.500 orang atas kesalahan baik pada tingkah laku maupun ucapan yang disengaja maupun tidak disengaja," katanya.

Pada syawalan tersebut "abdi dalem" memberikan persembahan kepada Sultan berupa tembang atau lagu yang berjudul "Bowo Sekar Ageng Kuswo Lalito" dan "Ketawang Sri Gumawang Laras Slendro Pathet Manyuro".

Menjaga Batik agar Tak Jadi Tren Sesaat

KOMPAS.com — Pernahkah Anda membuka almari pakaian dan menghitung jumlah batik di situ? atau sekadar duduk di warung kopi dan menghitung jumlah orang berpakaian batik di depan Anda?


Semenjak pengakuan terhadap batik sebagai budaya tak benda warisan manusia Indonesia oleh UNESCO satu tahun lalu, diikuti penetapan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, antusiasme masyarakat Indonesia untuk mengenakan batik melonjak.

Jika 10 tahun lalu mungkin hanya orangtua yang mengenakan batik—itu pun sebagai kain panjang atau kemeja resmi—maka sekarang remaja dan kalangan muda usia produktif pun makin nyaman beraktivitas berbusanakan batik.

Batik tak lagi muncul dalam acara-acara resmi yang membosankan, tetapi juga dalam gaya-gaya kasual nan chic dan segar.

Batik berevolusi dalam segala bentuk busana seiring dengan imajinasi dan kreativitas perancang busana ternama Indonesia.

Selain deretan rancangan adibusana yang mewah, batik juga tampil dalam berbagai desain santai yang jauh lebih sederhana dengan harga jauh lebih murah.

Dari Presiden, kalangan profesional, artis terkenal, anak-anak sekolah, hingga tukang becak di sudut jalan mengenakannya karena batik tak mengenal status sosial.

Namun, euforia itu tampaknya tak cukup bagi seorang Edward Hutabarat. Perancang busana nasional ternama ini ingin mengajak masyarakat Indonesia tidak hanya mengenal lembar demi lembar batik secara fisik, tetapi juga mengetahui cerita di balik pembuatan batik.

"Seseorang boleh jadi memiliki puluhan koleksi busana batik dan mampu menyebutkan perbedaan setiap coraknya dengan fasih. Namun, tidak setiap orang mengetahui 'backstage' (kisah di balik) setiap jenis batik," kata Edward dalam peluncuran kampanye Cintaku Pada Batik Takkan Pernah Pudar, Jumat di Museum Nasional, Jakarta.

Tampil dalam balutan kemeja batik lengan pendek bercorak biru dengan dasar putih, pria kelahiran Tarutung, Sumut, itu mengungkapkan kekhawatirannya apabila batik hanya menjadi tren sesaat yang hilang begitu bergeraknya sang waktu.

Oleh karena itu, ia menegaskan perlunya membangun kesadaran kepada masyarakat Indonesia agar batik tidak hanya menjadi tren sesaat. "Agar identitas dan kecintaan batik di kehidupan modern ini tidak memudar," katanya.

Masyarakat Indonesia, katanya, mengemban tanggung jawab besar untuk melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa.

Untuk itu, dia menganjurkan setiap orang mengetahui "backstage" setiap jenis batik di Indonesia, minimal batik yang menjadi koleksinya.

"Jangan hanya batiknya, tetapi misal kuliner dari daerah itu, bagaimana kehidupan masyarakatnya, atau kesenian yang lain," kata pria yang mengaku telah melakukan perjalanan ke Cirebon, Pekalongan, Yogya, Solo, dan sejumlah kota penghasil batik lainnya.

Dengan bangga dia menunjukkan sejumlah koleksi foto yang menjadi bukti bagian dari perjalanannya menemukan akar dari setiap lembar kain batik yang menjadi ciri khas daerah-daerah yang membuatnya.

"Batik tidak hanya sekadar wujud fisik busana khas Indonesia, tetapi terdapat proses panjang, cita rasa, dan estetika yang dibalut dengan perasaan dalam pembuatannya," katanya.

Edward yang sore itu menampilkan beberapa koleksi terbarunya menegaskan bahwa setiap goresan canting dalam proses pembuatan batik melibatkan emosi dan memesankan banyak aspek kehidupan lingkungan sekitarnya.

Tradisi Indonesia

Kapan tepatnya orang Indonesia mengenal batik dan muasal kata batik, hal itu menjadi perdebatan hingga sekarang sekalipun sejumlah pihak menyebutkan bahwa batik telah menjadi bagian kehidupan rakyat Indonesia sejak era Majapahit.

Namun, sebuah foto keluarga RA Kartini yang berusia lebih dari 100 tahun lalu menunjukkan bahwa lebih dari 100 tahun lalu masyarakat Indonesia, Jawa khususnya, telah sangat akrab dengan batik.

Di Indonesia, tradisi membatik diturunkan dari generasi ke generasi, dari ibu kepada anaknya, dari nenek kepada cucunya.

Oleh karena itu, pada zaman dahulu satu asal motif dapat dikenali dari keluarga tertentu dan menunjukkan status seseorang.

Menurut Edward, setidaknya perlu 20-25 tahun sampai seseorang bisa diakui sebagai seniman batik ulung.

"Butuh 20-25 tahun untuk dapat menggambar semua jenis motif batik karena batik lebih dari sekadar menggambar di atas kain. Ini adalah pekerjaan yang dilakukan dengan hati," katanya.

Sejumlah kota di Pulau Jawa hingga Madura dikenal memiliki corak kain batik yang sangat khas.

Batik-batik dari pesisir—Pekalongan, Cirebon, dan Tuban—memiliki corak dan warna yang lebih beragam karena interaksi warga setempat dengan para pendatang.

Pengaruh asing itu memperkaya kreasi batik, sampai-sampai di era penjajahan Eropa muncul motif bunga tulip dan kereta kuda dalam batik.

Sementara itu, batik-batik dari Yogya dan Solo cenderung mengambil warna tanah dengan motif-motif rumit dan kecil.

Edward lalu berbagi tips merawat kain atau busana batik agar warnanya tetap cemerlang, tidak pudar, dan tahan lama.

Ia menuturkan, untuk mencuci selembar kain batik koleksinya yang berusia sekitar 50-an tahun dibutuhkan perlakuan-perlakuan khusus.

"Saya menggunakan air panas dan menyiapkan empat ember air untuk mencuci satu lembar kain batik kuno," katanya, didampingi Senior Manager Product Development PT KAO Indonesia Seiji Kikuta.

Pria kelahiran 31 Agustus itu mengatakan satu ember berisi air panas, sedangkan tiga ember yang lain berisi air dingin.

"Sabun pencuci dilarutkan dalam air panas, lalu kain direndam. Kemudian, kain itu dipindahkan ke tiga ember yang lain bergantian," katanya.

Kemudian, kata dia, kain batik ditumpuk dengan handuk kering dan dijemur dengan menggunakan peralon (pipa plastik) atau bambu.

Adapun Kikuta yang sore itu mengenakan batik lengan panjang bewarna merah mengaku bahwa KAO memahami kesulitan dan kekhawatiran konsumen Indonesia saat mencuci batik kesayangannya.

Hal itulah yang menginspirasi perusahaan global yang telah lebih dari 25 tahun berada di Indonesia itu untuk menawarkan inovasi baru: pencucian modern serta praktis dan lembut untuk menjaga warna batik tidak pudar.

"Kami ingin memberikan sebuah inovasi khusus untuk masyarakat Indonesia," katanya dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Peluncuran kampanye Cinta Pada Batik Takkan Pernah Pudar itu ditutup peragaan busana 17 karya Edward yang keseluruhannya merupakan busana wanita.

Perancang yang telah menggeluti dunia busana selama 30 tahun itu kali ini menggunakan batik bercorak mega mendung dan pagi-sore dalam berbagai busana kasual, mulai dari jas pendek, rok bergaya babydoll, jaket panjang, gaun berpotongan lebar di bagian bawah, dan gaun-gaun bermodel kemben.

Melalui peragaan ini, Edward agaknya ingin memberi teladan tentang bagaimana kita seharusnya memberlakukan batik agar budaya bangsa yang telah diakui di kancah internasional ini tidak menjadi tren sesaat.

Lowongan Kerja Oktober 2010




KOPKARLA (Koperasi Karyawan Lintasarta)
Advertised: 24-9-10 | Closing Date: 24-10-10

URGENTLY REQUIRED

Koperasi Karyawan Lintasarta (KOPKARLA) sebagai bagian dari PT. Aplikanusa Lintasarta

yang bergerak di bidang Jasa, Pengembangan SDM, IT dan Perdagangan Besar membuka kesempatan kepada kandidat yang berkualitas, energik, dinamis, berani menerima tantangan dan memiliki visi pengembangan SDM untuk bergabung bersama kami sebagai :

Teknisi
(Jakarta Raya)

Requirements:

* Pria, usia maksimal 25 thn
* Pendidikan minimal SMK/D1 Teknik Elektro
* Memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang baik
* Mampu bekerjasama dalam tim
* Memiliki motivasi berprestasi yang tinggi
* Memiliki intelligensi yang baik seperti kemampuan umum, logika teknis, kemampuan teknik mekanik dan daya analisa yang tinggi
* Memiliki pengalaman minimal satu tahun di bidangnya

Jika Anda memenuhi kualifikasi yang diinginkan dan berani untuk menerima tantangan ini maka segera kirim resume lengkap beserta expected salary yang Anda inginkan (paling lambat 2 pekan setelah iklan ini) ke:


SDM KOPKARLA
Graha Kanaan Lt. 5
Jln. R.A. Kartini (TB Simatupang) No 18
Jakarta Selatan 12430
atau
Email ke: melisa@lintasarta.co.id

Tulis kode posisi (TEK) di subject email

Lowongan Kerja Oktober 2010




PT Bahtera Pesat Lintas Buana



Advertised: 28-9-10 | Closing Date: 28-10-10

:: DIBUTUHKAN SEGERA ::


Klien kami, Perusahaan Telekomunikasi & Konstruksi terkemuka membutuhkan Karyawan yang bermotivasi tinggi. Dengan Persyaratan Umum : Pria / Wanita.

IT Data Base (IT)
(Jakarta Raya)



Requirements:

* Pendidikan SMK, D3 & S1 bidang Teknik / Sistem Informatika / Teknik Elektro / Teknik Telekomunikasi
* IPK minimal 2.50 (D3/S1) & Nilai Rata-rata 7 (SMK)
* Usia maksimal 27 tahun
* Memahami sistem operasi UNIX, database Oracle, Java, PHP, command SQL, Windows & Microsoft Office
* Bersedia bekerja Tim, Shift, ditugaskan ke luar kota dan ditempatkan di luar kota
* Dapat berbahasa Inggris lisan & tulisan

Lamaran dapat dikirim via email ke :

recruitment@bahterapesat.co.id
atau ke: PO BOX 85 JKPWA

www.bahterapesat.co.id

Lowongan Kerja Oktober 2010




PT Bahtera Pesat Lintas Buana


Advertised: 28-9-10 | Closing Date: 28-10-10.


:: DIBUTUHKAN SEGERA ::


Klien kami, Perusahaan Telekomunikasi & Konstruksi terkemuka membutuhkan Karyawan yang bermotivasi tinggi. Dengan Persyaratan Umum : Pria / Wanita.

Teknikal Support (TS)
(Jakarta Raya)

Requirements:

* Pendidikan SMK, D3 & S1 bidang Teknik / Sistem Informatika / Teknik Elektro / Teknik Telekomunikasi
* IPK minimal 2.50 (D3/S1) & Nilai Rata-rata 7 (SMK)
* Usia maksimal 27 tahun
* Memahami BSS,BSC,MSC,BTS, sistem telekomunilasi seluler (GSM) / CDMA / 3G / SS7 signalling type
* Bersedia bekerja Tim , Shift, ditugaskan dan ditempatkan di luar kota
* Dapat berbahasa Inggris lisan & tulisan

Lamaran dapat dikirim via email ke :

recruitment@bahterapesat.co.id
atau ke: PO BOX 85 JKPWA

www.bahterapesat.co.id

Sabtu, 02 Oktober 2010

Akses Internet Gratis di Taksi Cipaganti

JAKARTA, KOMPAS.com - Baru hadir sebagai pemain baru di bisnis taksi, PT Cipaganti Citra Graha bakal melakukan terobosan dengan memelopori layanan internet gratis di dalam taksi. Mulai November mendatang, anak usaha Cipaganti Grup itu bakal menyediakan fasilitas WiFi gratis melalui kerja sama dengan Flexi.

Managing Director Cipaganti Citra Graha Tommy Teguh Susetio menjelaskan, untuk tahap awal fasilitas WiFi itu akan disematkan di 200 unit taksi yang dioperasikannya di Jakarta dan Bandung.

"15 Oktober nanti kami mulai launching 100 taksi di Bandung. Sehingga untuk tahap awal, fasilitas WiFi itu akan kami pasang di 200 unit taksi Jakarta dan Bandung. Ke depan, setiap penambahan unit taksi yang kami lakukan pasti sudah ada fasilitas tersebut. Termasuk seluruh shuttle and travel kami," jelas Tommy, Kamis (30/9/2010).

Dengan adanya fasilitas tersebut, Tommy berharap semakin banyak saja pengguna setia taksi memilih Taksi Max milik Cipaganti sebagai pilihan utama.

"Karena kami sadar kebutuhan masyarakat kota besar untuk terus terkoneksi dengan internet sangat tinggi. Untuk itulah kami bekerjasama dengan Flexi yang jaringannya sangat kuat di Indonesia," jelasnya.

Saat ini Cipaganti tengah menyeleksi penyedia perangkat WiFi yang alatnya akan disematkan di taksi tersebut mulai bulan depan. Setting perangkat WiFi diperkirakan membutuhkan waktu satu bulan. Sayangnya, Tommy enggan menyebut berapa besar investasi yang dibenamkan perusahaannya untuk membeli perangkat itu serta fee yang harus dibayarkan ke Flexi selaku penyedia jaringan.

"Selain bisa menikmati internet gratis, kami juga mengupayakan menyediakan fasilitas telepon tarif khusus yang bisa digunakan di dalam taksi. Kerja sama dengan Flexi juga memungkinkan calon penumpang untuk melakukan reservasi dan mengetahui ketersediaan kursi layanan shuttle dan travel yang diberangkatkan di setiap outlet," jelas Tommy.

Popular Posts

Anker's Members :

In Memoriam :