Featured Article
Minggu, 18 Mei 2008
Pemotretan
Minggu, 27 April 2008
ANKER’S POEM
Ketika seantero jagad menyuarakan kemenangan
Melapaskan kepenatan setelah sepanjang 3 tahun perjuangan
Medan laga dengan 3 pertempuran membawa empat puluh jiwa
Bernaung dalam pusara perantauan untuk 1000 malam mendatang
Melepaskan nada cinta Sang Bunda
Menyambut pertempuran baru pada lima hari pertama
Meminta suci, menyulam sinis
Mempertahankan ego diri di lapangan pembantaian
Beradu mental menuju kedewasaan pribadi
Tak tahu mana ujung dunia yang kini mereka pijak
Hanya membaca serangkaian kalimat bermakna, yang buat ingin UNGGUL atas semua PRESTASI dan SANTUN atas semua LAKU
Dengan ANKER’S sebagai penyatu jiwa
Menapak pasti menghalau ribuan kerikil hidup, jutaan cela hina menyulam duka, dan getir cinta
Walau tatap penguasa berkacak pinggang menghunus tajam,,,, langkah tetap berirama
Hanya secuil pengharapan dengam berbagai ragam, unik dan menarik
Saling melebur cinta, rasa, duka, lara, gembira, birunya hati, ego, karisma kebersamaan
Dibalik title keterdiaman, keramean, kejahilan, kenarsisan, kelemotan, kejayusan, kecengengan, kecerewetan, kementhelan, keunikan, kepedean, keramahan, kegalakan, kejaiman, dan kesibukan
Melaju bersama menggapai nada-nada suka
Menanti kembali penentuan di medan laga untuk 2008
Sembari menyulam tirai identitas diri bertuliskan ANKER’S….
By. _aYa$h_
Jumat, 18 April 2008
X-poSe SBI
17 April 2008 kemarin, SMK Telkom mengadakan sebuah acara yang dinamakan "Expose Kinerja SBI SMK Telkom SP Purwokerto. Acara tsb. dihadiri oleh Bapak Kepala Pusat Pengembangan SMK Jawa Tengah, Bapak Bupati Kab. Banyumas, Ibu Kepala Yayasan Sandhykara Putra Telkom, Pegawai Telkom dan Bapak/Ibu Kepala Sekolah SMP,SMA dan SMK se-Kab. Banyumas. Dalam acara tersebut ditampilkan berbagai kreatifitas anak-anak SMK Telkom mulai dari seni tarik suara, drama, teleconference dg alumSenin, 14 April 2008
Bersiap Menghadapi Kehilangan
Bila Anda siap MENDAPATKAN, sudahkan Anda juga siap KEHILANGAN? Memang, adaberagam cara menyikapi kehilangan. Dari mulai marah-marah, menangis, protes pada takdir, hingga bunuh diri.Masih ingatkah Anda pada tokoh-tokoh ternama, yang tega membunuh diri sendiri hanya karena sukses mereka terancam pudar? Barangkali kisah yang saya adaptasi dari The Healing Stories karya GW Burns berikut ini, dapat memberikan inspirasi.
Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.
Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya. “Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok,” gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank.”Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya kekolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.
Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples. Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang. Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu.Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal.
Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu.Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang. Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.
Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak,mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, “Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan?Apa yang diambil oleh perampok tadi? Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh,bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.
Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan. Semoga kita termasuk orang yang bijak menghadapi kehilangan dan sadar bahwa sukses hanyalah TITIPAN Allah. Benar kata orang bijak, manusia tak memiliki apa-apa kecuali pengalaman hidup. Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?
Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.
Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya. “Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok,” gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank.”Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya kekolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.
Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples. Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang. Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu.Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal.
Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu.Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang. Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.
Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak,mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, “Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan?Apa yang diambil oleh perampok tadi? Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh,bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.
Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan. Semoga kita termasuk orang yang bijak menghadapi kehilangan dan sadar bahwa sukses hanyalah TITIPAN Allah. Benar kata orang bijak, manusia tak memiliki apa-apa kecuali pengalaman hidup. Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?
Jumat, 11 April 2008
MP
Untuk malam pertamanya Joni, menghadiahkan
Wina sebuah kimono sutra. Joni sengaja
meletakkan kimono tersebut diatas ranjang
pengantin sebagai isyarat supaya Wina segera
mengenakannya setelah selesai acara resepsi
pernikahan malam hari. Tidak lama setelah Joni
meletakkan kimono dan keluar kamar pengantin,
masuklah Ibu Wina yang bermaksud memberikan
semangat dan briefing kepada Wina. Ibu Wina
melihat kimono yang tadi diletakkan Joni dan
iseng tertarik untuk mencobanya. Secara tidak
terduga Joni yang sudah tidak sabar lagi melewati
kamar. Ia melihat pintu kamar terbuka dan ada
seseorang mengenakan kimono. Karena ia
menduga yang mengenakan kimono tersebut
adalah Wina, maka dengan sangat bersemangat
ia masuk, menutup pintu dan merangkul dari
belakang. Dan...dan.... 20 menit kemudian Joni
baru menyadari bahwa wanita yang bersamanya
adalah ibunya Wina. "Hah, tante...maafkan saya...."
Namun dengan tegasnya ibu Wina mengancam,
"Terusin, lu cabut gue tabok..."
Wina sebuah kimono sutra. Joni sengaja
meletakkan kimono tersebut diatas ranjang
pengantin sebagai isyarat supaya Wina segera
mengenakannya setelah selesai acara resepsi
pernikahan malam hari. Tidak lama setelah Joni
meletakkan kimono dan keluar kamar pengantin,
masuklah Ibu Wina yang bermaksud memberikan
semangat dan briefing kepada Wina. Ibu Wina
melihat kimono yang tadi diletakkan Joni dan
iseng tertarik untuk mencobanya. Secara tidak
terduga Joni yang sudah tidak sabar lagi melewati
kamar. Ia melihat pintu kamar terbuka dan ada
seseorang mengenakan kimono. Karena ia
menduga yang mengenakan kimono tersebut
adalah Wina, maka dengan sangat bersemangat
ia masuk, menutup pintu dan merangkul dari
belakang. Dan...dan.... 20 menit kemudian Joni
baru menyadari bahwa wanita yang bersamanya
adalah ibunya Wina. "Hah, tante...maafkan saya...."
Namun dengan tegasnya ibu Wina mengancam,
"Terusin, lu cabut gue tabok..."
dokter & pria
Seorang pria merasa pergelangan tangannya
snut-snutan, lalu ia mengunjungi seorang dokter
untuk pengobatan.
Pria : "Dok . . pergelangan tangan saya
terasa nyeri . . ."
Dokter : "Apa yang telah Bapak lakukan ?"
Pria : "Saya habis bermain tenis. Mungkin karena
terlalu memaksa . . . sekarang jadi terasa
sakit di sini . ." sambil menunjukan pergelangannya
yang memar.
Dokter : "Kebetulan sekali. Saya punya alat cek up
otomatis yang bisa mendeteksi segala jenis
penyakit dengan tepat." Sambil memberikan
sebuah botol, dokter itu kemudian berkata :
"Saya Minta urin (air kencing -Red) Bapak
dituangkan di sini."
Tanpa ragu-ragu pasien tsb membuang urinnya
ke botol tsb. Lalu dokter meletakan botol yang
telah berisi urin ke sebuah mesin. Mesin
berbunyi sebentar, lalu mengeluarkan secarik kertas.
Dokter : "Ini laporannya . . . menurut mesin ini, otot
pergelangan tangan anda memang terkilir."
Pria itu sangat kagum dengan mesin si dokter.
Pikirnya hanya dengan urin, maka bisa diketahui
penyakit yang tepat. Setelah mendapatkan
pengobatan, pria tersebut keluar ruang praktek.
Di luar ia bertemu suster yang kemudian
memberikannya sebuah botol yang sama.
Suster : "Bapak kalau ada masalah lagi tidak perlu
repot-repot ke sini. Cukup isi botol ini dengan urin
Bapak, terus kirim botolnya ke sini untuk diperiksa. "
Pria itu mengangguk setuju. Beberapa hari kemudian,
pria itu berpikir untuk ngerjain si dokter. Dengan
mesin canggihnya. Ia meminta anak perempuannya
kencing di botol tersebut. Kemudian ia mencampurnya
dengan oli mobil, lalu melakukan [maaf] onani dan
mencampur 'hasilnya' ke dalam botol. Botol itu kemudian
kalau isi dikocok sehingga tercampur merata. Pikirnya,
dokter tidak akan tahu urin ini sudah dicampur dengan
berbagai zat. Keesokan harinya ia datang sendiri ke
dokter dan menyerahkan botol untuk diperiksa.
Setelah menunggu lebih dari 3 jam, akhirnya dokter
tersebut ke luar dengan membawa secarik kertas
laporan.
Dokter : "Saya punya berita buruk tentang
kesehatan anda !"
Pria sambil tersenyum culas : "Wah . . . ada apa Dok ?
Katakan saja biar saya bisa tahu sekarang."
Dokter : "Baiklah kalau anda memang
bersikeras untuk mengetahuinya.
PERTAMA, anak perempuan anda sedang hamil.
KEDUA, mobil anda perlu diganti olinya. Dan yang
KETIGA, otot pergelangan tangan anda tidak akan
sembuh kalau anda masih sering onani!"
snut-snutan, lalu ia mengunjungi seorang dokter
untuk pengobatan.
Pria : "Dok . . pergelangan tangan saya
terasa nyeri . . ."
Dokter : "Apa yang telah Bapak lakukan ?"
Pria : "Saya habis bermain tenis. Mungkin karena
terlalu memaksa . . . sekarang jadi terasa
sakit di sini . ." sambil menunjukan pergelangannya
yang memar.
Dokter : "Kebetulan sekali. Saya punya alat cek up
otomatis yang bisa mendeteksi segala jenis
penyakit dengan tepat." Sambil memberikan
sebuah botol, dokter itu kemudian berkata :
"Saya Minta urin (air kencing -Red) Bapak
dituangkan di sini."
Tanpa ragu-ragu pasien tsb membuang urinnya
ke botol tsb. Lalu dokter meletakan botol yang
telah berisi urin ke sebuah mesin. Mesin
berbunyi sebentar, lalu mengeluarkan secarik kertas.
Dokter : "Ini laporannya . . . menurut mesin ini, otot
pergelangan tangan anda memang terkilir."
Pria itu sangat kagum dengan mesin si dokter.
Pikirnya hanya dengan urin, maka bisa diketahui
penyakit yang tepat. Setelah mendapatkan
pengobatan, pria tersebut keluar ruang praktek.
Di luar ia bertemu suster yang kemudian
memberikannya sebuah botol yang sama.
Suster : "Bapak kalau ada masalah lagi tidak perlu
repot-repot ke sini. Cukup isi botol ini dengan urin
Bapak, terus kirim botolnya ke sini untuk diperiksa. "
Pria itu mengangguk setuju. Beberapa hari kemudian,
pria itu berpikir untuk ngerjain si dokter. Dengan
mesin canggihnya. Ia meminta anak perempuannya
kencing di botol tersebut. Kemudian ia mencampurnya
dengan oli mobil, lalu melakukan [maaf] onani dan
mencampur 'hasilnya' ke dalam botol. Botol itu kemudian
kalau isi dikocok sehingga tercampur merata. Pikirnya,
dokter tidak akan tahu urin ini sudah dicampur dengan
berbagai zat. Keesokan harinya ia datang sendiri ke
dokter dan menyerahkan botol untuk diperiksa.
Setelah menunggu lebih dari 3 jam, akhirnya dokter
tersebut ke luar dengan membawa secarik kertas
laporan.
Dokter : "Saya punya berita buruk tentang
kesehatan anda !"
Pria sambil tersenyum culas : "Wah . . . ada apa Dok ?
Katakan saja biar saya bisa tahu sekarang."
Dokter : "Baiklah kalau anda memang
bersikeras untuk mengetahuinya.
PERTAMA, anak perempuan anda sedang hamil.
KEDUA, mobil anda perlu diganti olinya. Dan yang
KETIGA, otot pergelangan tangan anda tidak akan
sembuh kalau anda masih sering onani!"
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Awan yang Mengikuti Orang Bertaubat Diriwayatkan bahwa seorang tukang jagal (penyembelih binatang) terpesona kepada budak tetangganya. Suatu...
-
London - Walikota London, Boris Johnson memaksa Presiden Amerika Serikat Barack Obama unt...
-
buat temen2 ankers..... sekarang di milis stematel 13 sedang mengadakan votting untuk pemberian nama milis yang baru... mohon untuk ikut ber...
-
Kanada - Manusia suatu saat diramalkan bakal memadu kasih dengan robot. Saat ini pun ternyata sudah ada ilmuwan yang menciptakan robot berwu...
-
Hari ini tepatnya tanggal 14 Juni 2008, serentak seluruh siswa/siswi SMU/SMK merasa gelisah dan deg-degan untuk menanti dan mendapatkan nila...