Featured Article

Kamis, 11 Juni 2009

kumpulan puisi Chairil Anwar

AKU

Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret 1943



PENERIMAAN

Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati

Aku masih tetap sendiri

Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi

Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani

Kalau kau mau kuterima kembali
Untukku sendiri tapi

Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.

Maret 1943



DOA

kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

13 November 1943



SAJAK PUTIH

Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah...






CINTAKU JAUH DI PULAU

Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak 'kan sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
"Tujukan perahu ke pangkuanku saja,"

Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama 'kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri.

1946



AKU BERADA KEMBALI

Aku berada kembali. Banyak yang asing:
air mengalir tukar warna,kapal kapal,
elang-elang
serta mega yang tersandar pada khatulistiwa lain;

rasa laut telah berubah dan kupunya wajah
juga disinari matari lain.

Hanya
Kelengangan tinggal tetap saja.
Lebih lengang aku di kelok-kelok jalan;
lebih lengang pula ketika berada antara
yang mengharap dan yang melepas.

Telinga kiri masih terpaling
ditarik gelisah yang sebentar-sebentar
seterang
guruh

1949



TJERITA BUAT DIEN TAMAELA

Beta Pattiradjawane
jang didjaga datu datu
Tjuma satu

Beta Pattiradjawane
kikisan laut
berdarah laut

beta pattiradjawane
ketika lahir dibawakan
datu dajung sampan

beta pattiradjawane pendjaga hutan pala
beta api dipantai,siapa mendekat
tiga kali menjebut beta punja nama

dalam sunyi malam ganggang menari
menurut beta punya tifa
pohon pala, badan perawan djadi
hidup sampai pagi tiba

mari menari !
mari beria !
mari berlupa !

awas ! djangan bikin bea marah
beta bikin pala mati, gadis kaku
beta kirim datu-datu !

beta ada dimalam, ada disiang
irama ganggang dan api membakar pulau .......

beta pattiradjawane
jang didjaga datu-datu
tjuma satu



DENGAN MIRAT

Kamar ini jadi sarang penghabisan
di malam yang hilang batas

Aku dan engkau hanya menjengkau
rakit hitam

'Kan terdamparkah
atau terserah
pada putaran hitam?

Matamu ungu membatu

Masih berdekapankah kami atau
mengikut juga bayangan itu

1946



NISAN

Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridhaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu di atas debu
Dan duka maha tuan tak bertahta



HAMPA

kepada sri

Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. 5etan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.



SENJA DI PELABUHAN KECIL

buat: Sri Ajati

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

1946



YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS

kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu

di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin

aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang

tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku

1949



DERAI DERAI CEMARA

cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam

aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini

hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah

1949



RUMAHKU

Rumahku dari unggun-unggun sajak
Kaca jernih dari segala nampak

Kulari dari gedung lebar halaman
Aku tersesat tak dapat jalan

Kemah kudirikan ketika senjakala
Dipagi terbang entah kemana

Rumahku dari unggun-unggun sajak
Disini aku berbini dan beranak

Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
jika menagih yang satu

April 1943



Lagu Biasa

Di teras rumah makan kami kini berhadapan
Baru berkenalan. Cuma berpandangan
Sungguhpun samudera jiwa sudah selam berselam
Masih saja berpandangan
………..
Ia mengerling. Ia ketawa
Dan rumput kering terus menyala
Ia berkata. Suaranya nyaring tinggi
Darahku terhenti berlari
Ketika orkes memulai Ave Maria
Kuseret ia ke sana…….



Mirat Muda, Chairil Muda

Dialah, Miratlah, ketika mereka rebah,
Menatap lama ke dalam pandangnya
Coba memisah matanya menantang
Yang satu tajam dan jujur yang sebelah
Ketawa diadukannya giginya pada
Mulut Chairil; dan bertanya: Adakah, adakah
Kau selalu mesra dan aku bagimu indah?
Mirat raba urut Chairil, raba dada
Dan tahukah di kini, bisa katakan
Dan tunjukkan dengan pasti di mana
Menghidup jiwa, menghembus nyawa
Liang jiwa-jiwa saling berganti. Dia
Rapatkan
Dirinya pada Chairil makin sehati;
Hilang secepuh segan, hilang secepuh cemas
Hiduplah Mirat dan Chairil dengan deras,
Menuntut tinggi tidak setapak berjarak
Dengan mati.



Buat Gadis Rasid

Antara
Daun-daun hijau
Padang lapang dan terang
Anak-anak kecil tidak bersalah, baru bisa lari-larian
Burung-burung merdu
Hujan segar dan menyembur
………………..

Kita terapit, cintaku
—-mengecil diri, kadang bisa mengisar setapak—-
Mari kita lepas, kita lepas jiwa mencari jadi merpati
Terbang
Mengenali gurun, sonder ketemu, sonder mendarat
—-the only possible non-stop flight
tidak mendapat



PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO

Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
Aku sekarang api aku sekarang laut

Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh

1948



DIPONEGORO

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti
Sudah itu mati.

MAJU

Bagimu Negeri
Menyediakan api.

Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai



Maju
Serbu
Serang
Terjang


Agustus 1954



KRAWANG-BEKASI

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi


1957

Minggu, 24 Mei 2009

Cerita Rokok

Pada jaman dahulu kala di sebuah KERAJAAN NIKOTIN yang bernama CIGARILOS, hiduplah seorang raja bernama MINAK DJINGGO. Raja yang memimpin dengan adil dan bijaksana ini menjadi PANUTAN dan mempunyai seorang putri yang cantik jelita, namanya SRI WEDARI.

Suatu ketika putri sedang bermain di LONGBEACH, tiba-tiba datanglah segerombolan koboi MARLBORO di bawah pimpinan MR BROWN. Koboi-koboi itu lalu menculik sang putri. Beberapa waktu kemudian sang raja menerima
surat ancaman dari sang koboi yang isinya: “Wahai raja, kalau putrimu ingin selamat, Anda harus menebus dengan uang sebesar US$ 555 juta.

Kami tunggu Anda di GUDANG GARAM di kota KANSAS. Jika Anda tidak mau memenuhi permintaan kami, maka kami akan menusuk putrimu dengan DJARUM SUPER sampai BENTOEL-BENTOEL! !!”

Rajapun menjadi geram, sehingga diadakanlah sayembara untuk mencari pendekar yang dapat menyelamatkan sang putri.

Singkat cerita terpilihlah pendekar SAMPOERNA dengan senjata pamungkasnya GENTONG!!! Sang pendekar rupanya pernah berguru dengan seorang suhu dari negeri Tiongkok, bernama DJIE SAM SOE dan dia mempunyai PRINSIP “kalau bisa nomor 1 buat apa 2,3,4″. Sang pendekarpun pergi menyeberangi lautan dengan kapal U.S.S KENNEDY dengan nahkodanya MARCOPOLO menuju medan laga untuk menyelamatkan sang putri.

Sebelum berangkat sang pendekar mohon pamit “WISMILAK suhu” kata sang pendekar. Dijawab oleh suhu “GET LUCKY muridku”. Sang rajapun berucap untuk sang pendekar “LOSTA MASTA”.

Dengan mengendarai kuda MUSTANG serta semangat kepahlawanan yang besar, ketika sampai di bukit DUNHILL sang pendekar bertempur sampai titik keringat penghabisan layaknya pria SEJATI, akhirnya sang pendekar berhasil meyelamatkan sang putri. Raja sangat gembira dan kemudian diadakanlah pesta semalam suntuk di restaurant LA LIGHT.

Pada saat makan malam berlangsung sang raja menghampiri sang pendekar yang sedang murung. Raja berkata, wahai pendekar, ini BUKAN BASA BASI!!!, pesta ini diadakan khusus untuk merayakan kegagahberanian Anda, mengapa malah murung, bukankah pendekar pernah bilang “ASYIKNYA RAME-RAME !!!” Pendekarpun menjawab “PRIA PUNYA SELERA”..

Lalu apa maumu, tanya sang raja. Dijawab oleh sang pangeran “Minta Pulang Dong !!!. Saya kan ga ngrokok nih…”

Pakaian Muslim dan Muslimah

PAKAIAN SEORANG MUSLIM
  1. Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda : ”Allah tidak melihat pada hari kiamat orang yang memanjangkan pakaiannya karena sombong”. (Muttafaqun ’alaihi).
  2. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda : ”Apa yang di bawah mata kaki berupa kain (sarung), tempatnya dalam neraka”. (HR. Al-Bukhari).
  3. Dari salim, dari bapaknya, Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda : ”Isbal terdapat pada izar (sarung) dan imamah. Barangsiapa yang memanjangkan karena sombong, Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat”. (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i, dishahihkan oleh Al-Albani).
  4. Abu Sa’id Al-Khudri mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda : ”Pakaian seorang mukmin sampai setengah betisnya, dan tidak mengapa yang demikian di antara betis dan mata kaki, dan apa yang di bawah mata kaki maka tempatnya adalah di Neraka”.
  5. Dari samurah bin jundub, bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda : ”Barangsiapa yang memakai pakaian kemasyuran di dunia, Allah akan memakaikan pakaian kehinaan di akhirat”.(HR. Ahmad dan dihasankan oleh Al-Albani).
  6. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda : ”Makan dan minumlah kalian serta bershadaqah dan berpakaianlah, tanpa berlebihan dan tidak sombong”. (HR. Ahmad, shahih).
Dari Ummu Salamah radhiyallahu ’anha berkata, ”Pakaian yang dicintai oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam adalah gamis”. (HR. At-Tirmidzi dan beliau menghasankannya).

    Kesimpulannya :

  1. Isbal terdapat pada sarung, gamis, imamah, dan baju. Dan tidak boleh isbal di bawah mata kaki, jika untuk kesombongan. Apabila untuk tujuan selain itu maka makruh, dan sunnahnya sampai setengah betis. Boleh dan tidak makruh jika sampai dua mata kaki. Adapun di bawah mata kaki, maka tidak boleh/terlarang.
  2. Ibnu Hajar telah menyebutkan pendapat beliau dalam kitabnya Fathul Baari bahwa tidak boleh berpakaian hingga menutup mata kaki. Beliau menuturkan bahwa Al-Qadhi ’Iyad telah menukilkan ijma’ tentang larangan bagi kaum lelaki-tidak berlaku untuk para wanita-untuk memanjangkan pakaian mereka di bawah mata kaki.

    Kemudian Ibnu Hajar berkata, ”kesimpulannya bahwa pada laki-laki ada dua keadaan :

  • Disunnahkan, yaitu sampai kedua mata kaki
    • Disunnahkan, yaitu memendekkan pakaian sampai setengah betis.

    Dan dipahami dari ucapannya bahwa memanjangkan pakaian, seperti baju, sirwal, dan celana, di bawah kedua mata kaki adalah tidak diperbolehkan.

  1. Dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam melihat padanya ada dua baju yang dicelup dengan celupan kuning.

    Maka beliau shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, ”Sesungguhnya ini termasuk pakaian orang-orang kafir, janganlah kamu pakai keduanya”.(HR. Muslim)

    Faedah Hadits :

Tidak boleh bagi sorang muslim untuk mengenakan pakaian orang-orang kafir karena termasuk menyerupai pakaian mereka. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, ”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari kaum tersebut”. (HR. Abu Dawud dan shahih)

Dan telah tersebar di kebanyakan negeri-negeri Islam sikap menyerupai dengan orang-orang kafir, seperti memakai celana sempit yang mereka namakan celana cowboy, sirliston, dan selainnya. Dan aku mendengar jawaban salah seorang ulama, ketika ditanya tentang celana yang sempit, dengan menyatakan bahwa hal itu adalah aib. Ulama tersebut menjawab, ”Haram, karena membentuk aurat dan padanya ada sikap menyerupai dengan orang-orang kafir”.

PAKAIAN WANITA MUSLIMAH

  1. Allah ta’ala berfirman :

    ”Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isteri dan anak-anak perempuanmu, serta isteri-isteri orang mukmin, ’Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu, dan Allah adalah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang”. (Al-Ahzab:59)

  1. Dan Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, ”Barangsiapa yang memanjangkan pakaiannya karena sombong, Allah tidak melihatnya pada hari kiamat”.

    Ummu Salamah berkata, ”Lalu bagaimana wanita berbuat terhadap pakaian mereka?”

    Rasulullah menjawab, ”Turunkanlah sejengkal”.

    Kata Ummu Salamah, ”Kalau begitu akan tersingkap telapak kakinya”.

    Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam menjawab, ”Turunkanlah sehasta, jangan lebih darinya.” (HR. At-Tirmidzi dan beliau berkata, ”Hasan shahih.”)

    Faedah dari Ayat dan Hadist ini

  1. Pakaian wanita wajib dalam keadaan longgar, panjang dan menutup kedua kaki, kebalikan bagi laki-laki, dimana Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam memerintahkan mereka untuk memendekkan sampai setengah betis dan tidak boleh melampaui dari kedua mata kaki.

Namun dimasa kita sekarang perkaranya terbalik, jadilah para laki-laki memanjangkan pakaian mereka di bawah mata kaki dan mereka menyiapkan diri untuk masuk neraka. Adapun para wanita, mereka memendekkan pakaian sampai lutut bahkan sampai di atasnya, dan mereka siap dengan perbuatannya untuk diharamkan dari surga, sebagaimana Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengabarkan yang demikian.

Ciri-ciri wanita yang diharamkan dari jannah, dengan sabdanya, ”.....dan para wanita berpakaian tapi telanjang, melenggak-lenggok dan di atas kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta, mereka tidak akan masuk jannah dan tidak pula mereka mendapatkan baunya, padahal baunya sungguh bisa didapat dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

(Maknanya bahwa wanita yang menyingkapkan betisnya atau anggota tubuh yang lain, dan berjalan berlenggak-lenggok dan rambut kepalanya tinggi seperti punuk unta, tidak akan masuk jannah sampai dia menjumpai balasannya)

  1. Jika telapak kaki wanita tidak boleh disingkap, maka wajah tentu lebih utama karena wanita dikenal dengannya dan lebih banyak fitnahnya. Dan tidak tertutupnya wajah wanita merupakan taqlid terhadap orang-orang kafir dan non-islam, serta meniru-niru orang kafir. Dan dalam hadist, ”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari kaum itu.” (HR. Abu Dawud, shahih)

Seandainya kita ingin meniru mereka, kita tiru mereka dalam perkara-perkara dunia yang bermanfaat, seperti pembuatan kapal-kapal selam dan selainnya yang bermanfaat.

  1. Yang bertanggung jawab atas seorang wanita adalah ayah, suami, saudara laki-laki, dan setiap orang yang mendapat wewenang untuk mengurusi para wanita. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,

    ” Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai tanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya”. (Muttafaqun ’alaihi)

Sabtu, 21 Februari 2009

Siti dan Imam

Mereka telah saling mengenal sejak bersekolah dan sejak menjadi sahabat baik

Mereka berbagi semua dan apapun juga dan menghabiskan banyak waktu bersama

dalam dan setelah sekolah.

Tetapi hubungan mereka tidak berkembang namun hanyalah sebatas teman.

Siti menyimpan rahasia, kekagumannya dan cintanya kepada Imam . Dia memiliki

alasan tersendiri untuk menyimpan hal itu sendiri.


TAKUT! Takut akan penolakan, takut jika Imam tidak merasakan hal yang sama

takut kalau Imam tidak menerimanya sebagai temannya lagi, takut kehilangan

seseorang yang dia merasa nyaman bersamanya. Setidaknya jika dia tetap

menjaga perasaannya, dia mungkin masih bisa bersama Imam dan dengan harapan,

bahwa Imam lah yang akan mengatakan bagaimana perasaannya kepada Siti.

Waktu terus berjalan dan sekolah telah bubar. Imam dan Siti pergi

ke arah yang berlainan. Imam melanjutkan studinya ke keluar negeri,

sedangkan Siti mendapatkan pekerjaan. Mereka tetap saling berhubungan,

dengan surat, saling mengirimkan foto masing-masing dan saling

mengirimkan hadiah. Siti merindukan Imam akan kembali.

Dia telah memutuskan bahwa dia memiliki kekuatan untuk mengatakan kepada

Imam bagaimana perasaan cintanya, jika Imam kembali.

Dan tiba-tiba, surat dari Imam terhenti. Siti menulis kepadanya, tetapi

tidak ada jawaban.

Dimana dia? Apa yang terjadi? Banyak pertanyaan yang ada di kepalanya. Dua

tahun berlalu dan Siti tetap berharap bahwa Imam

akan kembali atau setidaknya mengiriminya surat..

Dan doanya terkabul.

Dia menerima surat dari Imam , mengatakan.. .! " Siti, aku punya

kejutan untukmu...temui aku di bandara pukul 7 malam. Aku tidak kuat

menunggu untuk menemuimu lagi. Cinta dan cium Imam"

Siti berbunga-bunga. Cinta dan cium, berarti banyak bagi seorang

wanita yang belum merasakan cinta sebelumnya. Dia begitu gembira atas

kata-kata itu.

Ketika harinya telah tiba, Siti menunggu dengan cemas. Dia memakai

pakaian terbaiknya dan berusaha terlihat secantik mungkin. Dia mencari Imam

kesana kemari. Tetapi tidak dilihatnya Imam . Kemudian datang seorang wanita

dengan pakaian ketat berwarna biru yang seksi.

Dia begitu perhatian melihat Siti, "Hai! Aku Angie, temannya Imam.

Kamu Siti?" tanyanya.

Siti menganggukkan kepala.

"Maaf, aku punya kabar buruk bagimu. Imam tidak akan datang. Dia tidak akan

pernah bisa datang lagi," kata wanita itu, sambil meletakkan tangannya di

pundaknya Siti.

Siti tidak dapat mempercayai hal yang dia dengar!!! Apa yang telah

terjadi?? Siti bingung, dia amat sangat khawatir sekali dan wajahnya

menjadi pucat.

"Dimana Imam ? Apa yang terjadi padanya??? Katakan padaku..."

Siti memohon kepada si wanita.

Si wanita melihat dengan cermat ke Siti dan dia menepuk pundak Siti dan

mengatakan,

"Alamak SITI... Ini.... eike IMAM...apakah eikee terlihat cantik

sekarang??

Aih....Aih.. .....Yey gak bisa ngenalin eike lagi yah??? IHHH...SEBEL DEH....

!!!"

...........dan kemudian Siti-pun langsung terkapar tak sadarkan

diri......

Ayah Tak Sanggup Bayar Ambulance : Jalan Kaki 10 Km Gendong Jenazah Anak ...

Jika masih memiliki nurani yang sehat, peristiwa ini sungguh menikam rasa kemanusiaan kita. Sungguh terjadi di rumah sakit milik pemerintah, RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang, Kamis (12/2/2009) dinihari. Hidup sudah sulit, mati pun dipersulit...

Adalah Yakobus Anunut, ayah seorang balita, Limsa Setiana Katarina Anunut (2,5 tahun), penderita gizi buruk dan diare yang mengalami nasib yang memilukan itu.
Gara-gara tak punya uang Rp 300.000,- untuk menyewa mobil ambulance rumah sakit, Yakobus Anunut (37 tahun), warga kelurahan Oesapa Selatan, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, nekat berjalan kaki kurang lebih 10 kilometer sambil menggendong jenazah anaknya. Beruntung ada sanak keluarganya yang datang menolong menggunakan mobil saat dia baru berjalan lebih kurang lima kilometer.

Si kecil Limsa yang menderita gizi buruk, terkena diare sehingga Yakobus pun membawanya ke RSU Kupang, NTT, Rabu (11/2/2009). Karena ruang perawatan sudah penuh, Limsa dirawat di salah satu ruangan instalasi gawat darurat (IGD). Dengan jaminan kartu kesehatan untuk orang miskin, Yakobus berharap anaknya mendapat perawatan untuk disembuhkan.

Namun, ternyata Tuhan berkehendak lain. Baru beberapa saat dirawat, Limsa meninggal dunia, Kamis dinihari, sekitar pukul 03.00 Wita. Petugas medis kemudian membawa jenazah Limsa ke kamar jenazah rumah sakit. Ternyata, di ruangan instalasi pemulasaran jenazah (IPJ), Limsa diterlantarkan begitu saja, Padahal, biasanya setiap jenazah yang dititipkan di ruangan itu dimandikan oleh petugas rumah sakit dan disuntik formalin agar tidak membusuk.

Orang tua korban yang hanya berprofesi sebagai petugas cleaning service di sebuah instansi pemerintah ini hanya pasrah dengan perlakuan petugas rumah sakit. Sekitar dua jam menunggu, Yakobus akhirnya menemui petugas ambulance untuk meminta jenazah anaknya dibawa pulang ke rumahnya. Namun, petugas ambulance meminta biaya Rp 300.000,-. Mereka memberikan kesempatan kepadanya untuk mencari pinjaman.

"Saya katakan kepada petugas ambulance bahwa untuk membayar ojek saja saya tidak punya uang. Dari mana saya harus mendapatkan uang sebanyak Rp 300.000,- untuk membayar bapak?", katanya.

Kasih sayang yang mendalam terhadap buah hatinya, membuat Yakobus tak tega melihat anaknya tidur membujur kaku tanpa perhatian. Tak sedikitpun ada niat dari petugas IPJ untuk memandikan bayi malang ini. Karena mengaku tak mampu membayar, petugas ambulance rumah sakit langsung pergi, tak menghiraukan Yakobus. Hati bagai disayat sembilu. Perih dan sakit, namun tak bisa ditumpahkan karena tak punya kuasa untuk melakukannya.

Yakobus akhirnya memutuskan untuk menggendong jenazah anaknya sambil berjalan kaki sejauh kurang lebih 10 kilometer untuk kembali ke rumahnya. "Akhirnya saya putuskan membawanya berjalan kaki saja", ujar Yakobus.

Capek dan Lapar
Yakobus tidak bisa menyembunyikan kedukaannya karena putri satu-satunya itu meninggal dalam perawatan di rumah sakit. "Seharusnya anak saya tidak meninggal kalau ditangani secara baik di rumah sakit", ujarnya sedih.

Dia mengaku tidak dipedulikan pihak rumah sakit. Pasalnya, Yakobus yang tercatat sebagai keluarga miskin, membawa kartu jaminan kesehatan untuk orang miskin, tetap saja diminta membayar sewa ambulance. Padahal dengan memperlihatkan kartu tersebut kepada petugas, seharusnya jenazah langsung diantar pulang.

Ia berjalan dari RSU Kupang menuju kediamannya di belakang Rumah Penitipan Barang Sitaan (Rumpasan) Kelas I Kupang, kompleks Lembaga Permasyarakatan (LP) Kupang. Dengan linangan airmata dan berbagai rasa yang berkecamuk di hatinya, Yakobus tidak menghiraukan dinginnya udara pagi yang menusuk disertai gerimis yang terus turun. Yakobus nekad berjalan sendirian. Hanya dibungkus sebuah kain lusuh, Yakobus terus mendekap jenazah buah hatinya agar tidak terkena percikan gerimis.

Ia sempat membangunkan kerabatnya di bilangan Oebobo untuk memberitahukan kematian Limsa, lalu terus berjalan. Tiba di kompleks Flobamora Mall (sekitar 5 kilometer), Yakobus yang kecapekan, sejenak beristirahat. Semalaman bergadang menjaga Limsa ditambah belum ada sesuap nasi pun yang mengganjal perutnya sejak malam, Yakobus butuh waktu untuk melepaskan lelah.

Ternyata masih ada yang berbaik hati. Sanak saudaranya di Oebobo ternyata diam-diam mencari kendaraan untuk membantunya. Saat masih melepaskan lelah, menggunakan sebuah kendaraan pick-up, saudaranya yang berasal dari Oebobo berhasil menemui Yakobus. Terus mendekap Limsa di dadanya, jenazah pun diantar sampai di kediamannya.

...

Tidak Menyalahkan
... Tak ada yang perlu disalahkan. Yakobus Anunut pun tak ingin menyalahkan siapa-siapa. Dia hanya ingin agar jenazah bayinya segera dimakamkan...

Rabu, 11 Februari 2009

Sinyal Tubuh Kita

Anda pasti pernah mengalami kedutan, cegukan, atau telinga berdenging. Sayangnya, sebagian besar dari anda seringkali mengabaikan tanda-tanda tubuh tersebut.
Padahal menurut Dr. Karen Wolfe, penulis buku "Create The Body Your Soul Desires" , mengatakan bahwa tubuh yang mengalami kedutan atau cegukan bisa menjadi pertanda bahwa tubuh anda sedang mengalami gangguan ringan.

Namun meskipun gangguan tersebut tergolong ringan, tidak berarti anda harus mengabaikannya. Sebab, dengan memahami sinyal yang diberikan oleh tubuh diharapkan anda dapat lebih peduli pada tubuh sehingga tubuh menjadi lebih sehat.

Kedutan Pada Kelopak Mata
Gerakan tak sadar yang diberikan oleh bagian tubuh anda ini menandakan bahwa tubuh anda kurang beristirahat dan tidur.
Bahkan para ahli kesehatan sepakat, 99% kekejangan pada mata disebabkan karena tubuh anda didera stress dan lelah
yang amat sangat.
Tidak ada cara lain yang bisa anda lakukan untuk menghentikan kedutan pada mata ini selain membiarkan tubuh dan mata anda untuk beristirahat. Mengompres mata anda dengan air hangat untuk beberapa saat juga sangat membantu.

Menguap Terus
Menguap tidak selalu berarti mengantuk. Menguap, juga merupakan sinyal dari alam bawah sadar anda bahwa tubuh anda kurang bergerak. Misalnya, anda terlalu serius bekerja sehingga menghabiskan lebih dari 5 jam duduk di depan komputer.
Terlalu banyak menguap bisa juga berarti bahwa oksien di dalam otak anda sedang menurun jumlahnya. Hati-hati, kondisi ini bisa menurunkan tingkat kewaspadaan serta konsentrasi anda terhadap pekerjaan dan lingkungan di sekitar anda.

Cegukan
Anda cegukan padahal anda tidak sedang makan apapun. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa tubuh anda sedang mengalami stress.
Hal ini karena cegukan melepaskan hormon stress ke dalam aliran darah, kemudian merangsang serat syaraf secara berlebihan. Akibatnya, terjadi kontraksi otot tak sadar yang terletak di dekat pita suara hingga menimbulkan bunyi.
Cara termudah untuk meredakan cegukan anda adalah dengan cara menelan sedikit gula pasir.
Butiran gula pasir akan menstimulir ujung saraf di balik kerongkongan sehingga menghambat impuls syaraf lainnya, sehingga cegukan pun reda.

Kaki Kram
Apakah anda sering mengalami kaki kram secara intens setiap malam? Kram kaki merupakan sinyal tubuh yang mengisyaratkan bahwa tubuh anda sedang mengalami dehidrasi, kekurangan kalsium dan magnesium.
Untuk mengatasinya, minumlah air putih lebih banyak dari biasanya. Susu kalsium juga sangat disarankan.

Popular Posts

Anker's Members :

In Memoriam :